Meskipun mobil matik lebih mudah dan lebih nyaman digunakan didaerah perkotaan. Namun, beberapa orang masih saja meragukan mobil transmisi otomatik. Salah satu alasan terbesar yang mendapat sorotan adalah konsumsi bahan bakar.
Konsumsi bahan bakar mobil matik merupakan hal yang paling kuat dijadikan alasan menghindari penggunaannya. Memang mobil matik memiliki konsumsi yang lebih boros dibandingkan dengan mobil transmisi manual.
Penyebabnya borosnya mobil matik adalah akibat penggunaan fluida untuk mentransfer tenaga melalui torque converter. Tenaga (torsi) sebagian digunakan untuk menaikan tekanan fluida pada saat ganti persenelleng. Oleh karena pembagian tenaga tersebut tenaga kebagian roda menjadi berkurang sehingga lebih menyedot Bahan bakar.
Namun, sebenarnya anda juga dapat melakukan tips berikut agar penggunaan mobil matik tetap hemat bahan bakar.
Pertahankan Kecepatan Konstan
Semakin anda mengurangi menginjak rem dan gas mendadak anda akan lebih menghemat bahan bakar. Pada saat kendaraan berjalan, usahakan untuk mempertahankan kecepatan kendaraan dengan mengurangi menekan gas dan rem secara mendadak.
Gunakan mode Econ
Mobil saat ini mulai banyak yang dipasarkan dengan mode Econ. Dengan econ mode konsumsi mobil bisa dihemat sedemikian rupa. Anda akan mendapati peringatan apabila cara mengemudi anda tidak sesuai dengan mode econ tersebut. Pada beberapa mobil yang sudah dites menggunakan econ mode, konsumsi bahan bakar terbukti menjadi sangat hemat dengan performa yang masih lincah. Sebaiknya bila anda menemukan fitur econ anda tidak perlu sungkan untuk mulai mencobanya.
Pertahankan Jarak Pengereman
Ketika menjaga kecepatan konstan maka anda membutuhkan jarak pengereman lebih panjang. Dengan menjaga jarak pengereman, anda dapat mengerem secara perlahan sehingga selain lebih nyaman bagi penumpang juga lebih menghemat bahan bakar.
Namun berbeda dengan pengereman mendadak, Semakin dalam anda menginjak rem maka saat berakselerasi selanjutnya akan membutuhkan banyak tenaga. Tenaga besar yang dibutuhkan tentu akan menimbulkan tambahan konsumsi bahan bakar yang seharusnya dapat diredam.
Pertahankan posisi RPM
Saat mengendarai mobil usahakan agar RPM berada pada kisaran 2500 hingga 3000 RPM. Dengan mempertahankan RPM maka tenaga tidak terlalu lemah dan juga tidak terlalu besar.
Bila Kondisi Jalan Macet
Saat terjebak kemacetan anda dapat memposisikan tuas persnelleng pada 2/S artinya kendaraan akan digunakan melaju pada gigi satu atau dua pada transmisi manual. Pada penggunaan gigi tersebut ada engine break yang artinya mesin akan membatu anda dengan proses pengereman mesin. Sehingga anda tidak perlu menginjak rem terlalu sering.
Namun, bila macetnya hingga sampai menunggu seperti pada lampu lalu lintas yang sedang merah maka sebaiknya tuas dipindah ke posisi N (netral) dengan demikian kendaraan akan benar-benar berhenti.
Sebenarnya anda tidak perlu risau lagi bila ingin memilih menggunakan mobil matic sebagai mobil pribadi anda sehari-hari. Dulu memang mobil matik terasa lebih boros dan kurang bertenaga, namun makin-lama teknologi berkembang sehingga mobil matik pun menjadi makin irit. Selain itu usia transmisi mobil matik juga bisa lebih awet bila diperlakukan dengan benar.
Demikian tips kali ini semoga bermanfaat.
Posting Komentar